Membuat Ppt Mandiri Solusi Pembelajaran Offline

MEMBUAT PPT MANDIRI SOLUSI PEMBELAJARAN OFFLINE

Akun Instagram : @sincetjandra

Email : [email protected]

No. WA : 08124808411

AWAL:      

     Setiap guru menginginkan pembelajaran yang maksimal di setiap proses belajar mengajar mata pelajaran yang diampunya. Tidak terkecuali dengan saya pribadi. Mengharapkan apa yang saya sampaikan menjadi satu tambahan ilmu yang bermanfaat buat seluruh peserta didik, bukan hanya pada saat diajarkan, tapi menjadi satu bekal saat dewasa kelak. Harapan ini tidak terlalu berlebihan, karena menjadi seorang pendidik yang bergerak dengan hati, ikhlas melaksanakan profesi sebagai seorang guru, seyogyanya mencerminkan sikap terpuji, yang menjadi cerminan dan tautan sikap minimal akan ditiru oleh murid-muridnya. Namun sayang, kenyataan yang saya hadapi saat mengajar bagai pepatah “jauh panggang dari api”. Apa yang saya harapkan dan impikan sangat jauh dari kenyataan keseharian dalam proses belajar peserta didik yang saya hadapi. Metode ceramah yang menjadi andalan saya saat mengajar, tidak lagi diminati oleh peserta didik. Apalagi pada masa pendemi yang cukup panjang, dimana peserta didik sudah terbiasa dengan pembelajaran online yang kurang maksimal dan berbuah lost learning. Menurut saya, menjadi seorang guru yang disukai oleh peserta didiknya adalah sebuah keniscayaan, agar proses pembelajaran dari mata pelajaran yang saya ajarkan turut disukai pula oleh peserta didik saya. Karena itu saya harus dapat menemukan sebuah cara  atau metode pembelajaran yang dapat menimbukan rasa suka peserta didik terhadap saya agar mereka juga sacara otomatis akan menyukai pelajaran yang saya sampaikan. Ini sebuah tantangan yang harus dijawab oleh saya.

TANTANGAN:

Pada pembelajaran tatap muka (offline) peserta didik tidak fokus dalam menerima pembelajaran. Mendengarkan penjelasan yang saya sampaikan melalui PPT (Power Point Presentation) yang ditampilkan menggunakan in focus tidak dapat menarik perhatian mereka. PPT (Power Point Presentation) sudah saya buat sedemikian rupa, sebaik-baiknya dan indah dengan harapan dapat menarik perhatian peserta didik, tapi mereka hanya sesekali memperhatikan saat saya mengingatkan atau menegur, mereka lebih fokus pada kegiatan masing-masing. Ada yang bercerita dengan sesama teman, ada yang menyandarkan kepala di meja, dan lain-lain. Sikap  yang demikian ini bisa disebabkan perasaan bosan terhadap proses pembelajaran yang itu-itu saja, yang monoton, yang tidak membuat mereka aktif, melainkan hanya duduk, mendengarkan dan melihat, sampai pembelajaran berakhir. Sesekali menjawab bila ada pertanyaan yang saya ajukan, namun menjawabnya tampaknya enggan, tidak bersemangat.

AKSI :

AKSI :

Sebagai pendidik, saya mulai berfikir bagaimana cara mengatasi “tidak fokus” pada peserta didik saya? Maka saya mencoba melakukan sebuah uji coba melalui aksi sebagai berikut:

PERUBAHAN / PELAJARAN

Pertemuan diminggu berikutnya, sungguh di luar dugaan. Saat jam pergantian pelajaran ke pelajaran saya,  tanpa dikomando atau diperintah, peserta didik secara spontanitas menyiapkan peralatan-peralatan yang berkaitan dengan pembelajaran menggunakan PPT yang sudah disepakati minggu sebelumnya. Seperti mempersiapkan infokus dengan merangkai kabel-kabel Infocusnya. Kelaspun menjadi “ribut” namun ribut yang bermanfaat, kelas menjadi hidup. Peserta didik saya saling bertanya tentang tugas yang diberikan, saling melihat hasil PPT masing-masing. Saling membandingkan keindahan hasil karya PPT (Power Point Presentation) mereka. Saling membandingkan seberapa lengkap uraian materi yang mereka buat, dan saling sharing kemampuan mereka untuk mempresentasikan hasil PPT(Power Point Presentation) mereka. Mereka dapat mencapai semua tujuan yang direncakan minggu sebelumnya. Meskipun masih harus menertibkan untuk poroses Belajar Mengajar berikut dengan metode yang sama, tapi saya sdh meihat ada kemajuan yang nyata. Saya beranggapan media PPT ini sangat efektif dalam proses pembelajaran kali ini, karena dilakukan  secara mandiri oleh peserta didik. Hal ini disebabkan karena murid dapat melihat langsung tentang materi pelajaran yang sedang dibahas secara visual, yang juga merupakan hasik karya mereka sendiri. . Sesuai makna belajar bahwa belajar terjadi bila muncul perubahan tingkah laku pada diri murid baik dalam makna kognitif, afektif dan psikomotorik. Perubahan perilaku sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran itu merupakan hasil dari interaksi seseorang dengan lingkungannya. Perubahan yang dimaksud pada umumnya adalah dengan memodifikasi perilaku kecil yang membentuk perilaku yang kompleks secara keseluruhan. Memodifikasi perilaku dapat dilakukan melalui penguatan. Penguatan ini dapat memotivasi individu untuk meneruskan atau menghentikan perilakunya. Penguatan dengan memberikan tugas mandiri ternyata dapat menghasil perubahan belajar sesuai yang saya harapkan. Saat dilakukan refleksi, dengan memberi tugas pada peserta didik membuat pertanyaan untuk dijawab kelompok lainnya, semua dapat terjawab dengan baik dan benar, walau ada pembenahan hanya dari segi susunan kalimatnya saja.

Selain itu pesdik merasa sangat senang. Mereka berpendapat bahwa dengan membuat PPT mandiri mereka dapat dengan lebih leluasa mendapatkan materi menggunakan media seperti internet. Paparan materi lebih luas namun tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.

***sc***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top