Ari Wibowo

For me, getting my business website made was a lot of tech wizardry things. Thankfully i get an ad on Facebook ragarding commence website. I get connected with BBB team. They made my stunning website live in just 3 days. With the increase demand of online customers. I had to take my business online. BBB Team guided me at each step and enabled me to centralise my work and have control on all aspect of my online business.

Ari Wibowo
Memposting • 2021-06-29 15:01:07 Kategori : Praktik Baik
Tips Manajemen Orang Ketika Melakukan Perjalanan: Belajar dari Raker KGBN

Soekarno Hatta - Tangerang 05.30 WIB

28 Mei 2021

“Perhatian..perhatian pesawat Citylink dengan nomor penerbangan QG 340 tujuan Makassar dipersilakan naik ke pesawat melalui pintu 13. Terima kasih” Hmmmh siapa yang tidak rindu dengan suara panggilan naik pesawat di Bandara? Ya begitulah kiranya bahagianya perasaan saya ketika akan melakukan perjalanan dinas kembali setelah hampir dua tahun belajar dan bekerja dirumah selama masa pandemi ini. Pandemi memang belum berakhir namun sebagai orang yang merdeka belajar, merdeka berkarya dan merdeka berkolaborasi sepatutnya juga bermental adaptif dan disiplin termasuk menjaga diri ketika bepergian di masa pandemi ini. Perkenalkan saya Ari Wibowo anggota asosiasi profesi guru Komunitas Guru Belajar Nusantara sebagai Bendahara dan juga sebagai ketua unit Cerita Guru Belajar di Yayasan Guru Belajar. Ini adalah cerita perjalanan belajar, berkarya dan pastinya berkolaborasi.

“Sepertinya kita sudah rindu untuk bertemu secara fisik kawan kawan, hampir dua tahun berlalu sejak asosiasi profesi ini di resmikan di Temu Pendidik Nusantara VI tahun 2019 di Jakarta praktis interaksi kita berlanjut di kanal kanal daring untuk bicarakan anggaran dan program. Yuk kita bertemu di rapat kerja nasional kita akhir lebaran ini” begitu kata Pak Usman Djabbar ketua umum Komunitas Guru Belajar Nusantara yang sudah rindu dengan kawan seperjalanan di KGBN. Saya pikir Pak Usman hanya bergurau di rapat daring rutin kami tapi besoknya saya disodori rancangan anggaran rapat kerja artinya memang serius dan saya pun merasa senang karena akan bertemu rekan rekan pengurus yang lainnya. Apa selanjutnya? Tempat sudah ditentukan di Makassar tepatnya di Kabupaten Bantaeng, selanjutnya adalah bagaimana mengatur keberangkatan rekan rekan pengurus KGBN yang tersebar di beberapa daerah.  Dalam pelaksanaan rapat kerja ini saya berperan untuk mengatur perjalanan rekan rekan pengurus dari pemesanan tiket pesawat sampai perjalanan darat dari Makassar ke lokasi acara. Dalam pemesanan tiket pesawat PP misalnya saya membuat panduan formulir untuk membantu memudahkan rekan rekan dalam mengatur estimasi waktu berangkat dari daerah asal dan tiba di tujuan. 

Makassar, 28 Mei 13.30 WITA

“Halo, Bu Tuti dimana posisinya? Saya sudah di Bandara di area parkir kedatangan, bus panitia sudah siap untuk berangkat ke Bantaeng Bu,” Tanya saya pada Bu Sri Hastuti ketua pengembangan KGBN.

“Halo Pak Ari, saya dan teman - teman berada di Pantai Losari Pak.” Jawab Bu Tuti, 

Ini kejadian yang menarik, bagi orang yang pertama kali menginjakan kaki di Sulawesi Selatan kurang lengkap rasanya jika tidak mengunjungi ikon kota Makassar yaitu Pantai Losari dan itu berlaku bagi saya sendiri itulah mengapa saya memilih penerbangan pagi supaya setiba di Makassar saya bisa melihat - lihat dahulu Pantai Losari dan siangnya kembali lagi ke Bandara berkumpul dengan peserta lain untuk menuju ke Bantaeng yang jarak tempuhnya kurang lebih 3-4 jam. Dari percakapan di telepon tersebut saya dan teman - teman yang sudah berada di bus harus menjemput rekan - rekan yang ada di Pantai Losari. 

Hotel BM, Bantaeng 21.00 WITA

“Sudah dimana Pak Ari?” Tanya Pak Usman Djabbar di pesan Whatsapp

“Kita sudah masuk Jeneponto Pak USman, sepertinya akan telat tiba di Bantaeng” Balas saya ke Pak Usman

“Tenang Pak Ari, Pak kadis setia menunggu kok” Balas Pak Usman kembali

Kami tiba di Bantaeng hampir mendekati pukul 22.00 WITA yang seharusnya pembukaan rapat kerja dimulai pukul 20.00 WITA. 

“Selamat datang di Bantaeng, kami senang menyambut kawan kawan pengurus Komunitas Guru Belajar Nusantara dan bangga memilih Kab. Bantaeng sebagai tempat rapat kerja nasional, perlu saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu bahwa di Kabupaten Bantaeng ini sejak awal sangat menerima dan mendukung sekali konsep Merdeka Belajar yang kami sesuaikan dengan program yang ada di Bantaeng, terbukti tahun lalu Guru Guru di Kab. Bantaeng melahirkan program Satu Guru Satu Inovasi yang dipublikasikan dalam bentuk buku. Cita - cita kami di masa depan salah satunya adalah kami ingin membuat satu area di kantor dinas pendidikan seperti konsep museum yang memuat hasil - hasil inovasi Guru Guru di Kab. Bantaeng.” Sedikit paparan pada pembukaan raker KGBN oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kab.Bantaeng Drs. Muhammad Haris, M.si. Haru dan bangga mendengar apa yang sudah pemerintah daerah bersama KGBN Bantaeng lakukan bersama untuk pendidikan anak anak disana terlebih Kab. Bantaeng siap berkolaborasi dengan Yayasan Guru Belajar untuk menerapkan program Sekolah Merdeka Belajar. Dalam hati saya berkata “Ini Pak Haris asik banget orangnya sangat terbuka dan mau bergerak untuk perubahan pendidikan menuju sekolah dan daerah merdeka belajar.” 

Mendekati pukul 23.00 WITA pembukaan rapat kerja diakhiri dengan penyerahan data nama - nama Sekolah yang menjadi calon peserta program Sekolah Merdeka Belajar.

Pak Drs. Muhammad Haris, M.si. selaku Kepala Dinas Pendidikan Bantaeng menyerahkan secara langsung kepada Ibu Devy Mariyatul Ystykomahselaku Konsultan Muda Sekolah Merdeka Belajar. Untuk diketahui pembaca, Sekolah Merdeka Belajar merupakan program belajar untuk guru dan kepala sekolah. Program ini diharapkan mampu memberikan ekosistem belajar yang berpihak pada murid. Program yang tidak hanya selesai di nilai atau sertifikat saja, namun pencapaiannya diharapkan ada praktik baik di sekolah masing-masing peserta. 

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Kira kira begitulah bunyi peribahasa lama yang bisa menggambarkan #ceritagurubelajar saya bersama kawan kawan di Yayasan Guru Belajar dan Komunitas Guru Belajar Nusantara saat berada di Sulawesi Selatan. Selepas pembukaan rapat kerja yang selesai hampir menuju pagi berlanjut dengan sesi sesi koordinasi program program organisasi yang dilakukan secara semi formal artinya sesi koordinasi kami lakukan secara santai sambil menikmati kopi khas Bantaeng atau dengan secangkir minuman hangat Sarabba di area wisata Eremerasa. 

Merdeka berkolaborasi di Kab.Bantaeng, Kab. Maros, Kab. Gowa dan Kab. Sinjai

Menyambut pesan Pak Haris agar kunjungan kami membekas di Kab.Bantaeng khususnya, kami mengunjungi beberapa sekolah di Kab.Bantaeng. Dibantu oleh kawan kawan KGBN Bantaeng kami silaturahmi ke Sekolah SDN & SMPN Tamarunang. Koordinasi yang cukup cepat malam sebelumnya mendapat sambutan yang hangat dari pihak Sekolah. Kami saling berkenalan dengan cara kreatif dipandu Guru Rizky Satria kami sepakat untuk berkolaborasi untuk menghadirkan #merdekabelajar diruang ruang kelas. Senang rasanya teman teman penggerak di Kab. Bantaeng bisa menjadi agen agen perubahan Merdeka Belajar disana, seperti seorang kawan yang sudah lama tidak berjumpa dengan sahabatnya kehadiran kami seperti menambah penguatan bagi teman teman pendidik disana. Lain cerita di Bantaeng lain juga cerita di Maros, Gowa dan Binjai. Untuk diketahui pembaca bahwa pertumbuhan Komunitas Guru Belajar Nusantara di Sulawesi Selatan cukup masif sehingga kurang elok rasanya jika tidak mampir dan menjalin silaturahmi dengan pejabat dinas pendidikan setempat. Gayung bersambut, Minggu malam tanggal 30 Mei 2021 saya mendapat pesan singkat dari Ibu Emi salah seorang penggerak KGBN makassar. “Saya mau ijin buatkan poster TPD di Maros untuk isi KKG yah, Boleh nda pak Ari?” Tanya Bu Emi di pesan singkat whatsapp. “Siap Bu Emi dengan senang hati jika saya bisa berbagi praktik baik Guru Merdeka Belajar bersama teman teman di Maros” 

Apa pelajaran pentingnya dari perjalanan ini?

Buat saya yang terbiasa mengatur acara / event yang mengorganisir orang banyak mau anak - anak atau orang dewasa pastinya memiliki tantangan yang berbeda. Seperti contohnya di hari pertama yang seharusnya kami berkumpul siang hari di bandara Makassar untuk melanjutkan perjalanan ke Kab. Bantaeng malah justru mengarahkan Bus ke pantai Losari untuk menjemput rekan rekan yang ingin melihat pantai Losari (padahal tidak ada di agenda). Artinya untuk saya dan teman teman yang sudah bersepakat dengan jadwal diatas kertas harus fleksibel dengan keadaan yang sewaktu waktu bisa berubah dan bagaimana membangun komunikasi atas perubahan yang terjadi. Oh iya ada dua tips juga yang saya ingin bagikan kepada pembaca di paragraf terakhir  yaitu strategis dan kreatif.

Strategis dan Kreatif

“Saya dan Pak Handy lanjut ke Maros dan Gowa, Bu Opi dan Bu Ilona lanjut peluncuran SMB Bantaeng dan Audiensi di Sinjai saya sudah koordinasikan juga dengan penggerak disana” kata saya ketika mengatur strategi bersama tim Yayasan Guru Belajar. Apa berikutnya? Telepon jasa perjalanan yang mengatur tiket kepulangan kami yang harusnya pulang di tanggal 30 Mei namun kami harus memperpanjang kunjungan sampai tanggal 2 Juni 2021. “Teman teman di KKG Kec. Lau ini akan kita ajak untuk mengikuti pelatihan Guru Merdeka Belajar di Platform Sekolah.mu  Pak Ari nah sebelum kesana nanti Pak Ari bisa bantu memberikan pengantar Merdeka Belajar ya Pak” Kata Bu Emi sebelum saya memberikan sesi refleksi bersama Guru Guru di KKG Kec.Lau. Seperti kebiasaan kami dalam membawakan materi pelatihan kami selalu mengajak peserta untuk refleksi bersama diawal, dengan menggunakan media mentimeter saya coba berkenalan dan mengumpulkan pengetahuan awal mereka tentang Merdeka Belajar. “Merdeka belajar itu bebas belajar dimana saja,” “Diberikan kebebasan belajar sesuai bakat dan minat murid” “Program kementrian pendidikan” Kata saya ketika membacakan beberapa jawaban dari peserta. Banyak cerita yang saya dapatkan dari sesi ini banyak Guru yang masih melakukan miskonsepsi belajar namun banyak juga Guru yang sudah berpihak kepada murid sehingga didapatkan kesepakatan bersama bahwa dimensi menjadi Guru Merdeka Belajar yaitu Komitmen, Mandiri terhadap cara dan selalu Refleksi sudah ada pada diri mereka tinggal bagaimana mereka menerapkan di Sekolah dan menularkannya kepada rekan rekan Guru yang lain. 

Di dua tempat ini saya pun berkesempatan untuk silaturahmi dengan Kepala dinas pendidikan Kab. Maros Bapak Ir.H.Takdir dan Kab. Gowa Bapak Dr. Salam, terima kasih kepada Pak Takdir penggerak KGBN Maros dan Pak Wawan serta Pak Luktfy penggerak KGBN Gowa yang sudah membantu mengantar kami silaturahmi bertemu untuk menyampaikan salam Merdeka Belajar dan berkolaborasi menuju daerah dan Sekolah Merdeka belajar. Terima kasih Sulawesi Selatan kisah cerita guru belajar ini memberikan saya tenaga baru untuk menyampaikan kembali cerita guru guru dan pemimpin Merdeka Belajar yang nyata adanya.

Salam Merdeka Belajar

Ari Wibowo

Ketua Unit Cerita Guru Belajar

@shinodaari

Topik : Guru Merdeka Belajar

2 Orang menyukai cerita ini
 
Leave a Comment:
Maman Basyaiban

Seru sekali pak cerita perjalanannya

Maman Basyaiban

Mantap pak ari

Ari Wibowo

Terima kasih Mas Maman

Maman Basyaiban

Suka dengan ceritanya

Maharani GNP

keren pak!

Fadil

tes 1 2 3

Ari Wibowo

4 5 6

Adelina Anggraini

Waah ceritanya asyik banget!

Adelina Anggraini

Waah ceritanya asyik banget!

Ukluk Hakim

Mantap

Maharani GNP

yeay