Bersama Murid Wujudkan Kelas Merdeka Belajar

Ditulis oleh : Muhammad Zankar (Guru Kelas 4 SD Negeri Parenggan 01 Pati)

Literasi menjadi fokus utama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka tentu saja selain keterampilan numerasi. Keterampilan Literasi merujuk pada kemampuan dan keterampilan seorang dalam membaca, menulis, menghitung dan memecahkan masalah pada keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari hari. Selain itu Literasi merupakan suatu proses pembelajaran membaca dan menulis yang memerlukan dorongan dan motivasi yang tinggi, karena sangat lemahnya minat baca di masyarakat termasuk guru dan murid yang harus banyak membaca untuk dapat menyerap dan memahami ilmu yang didapatnya.

Perkembangan kemampuan berbahasa merupakan hal yang sangat penting untuk ditingkatkan di berbagai tingkatan sekolah, karena kemampuan dasar seperti ini dapat mempengaruhi keberhasilan hidup seseorang. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca murid. Diantaranya adalah membuat fasilitas Pojok Baca, memaksimalkan peran perpustakaan, dan bahkan membentuk komunitas baca. Akan tetapi kali ini saya menggunakan metode memulai KBM dengan membaca selama 5- 10 menit yang saya beri nama “PENDIKAR GELIS” (Pendidikan Karakter Berbasis Gerakan Literasi Sekolah).

Sebagai seorang pendidik melaksanakan KBM dan memulai KBM dengan kegiatan membaca hanya 5-15 menit saja sudah cukup untuk meningkatkan literasi murid. Hal ini sangat berdampak baik untuk menunjang kesiapan murid sebelum belajar. Setelah membaca selama 5-15 menit, guru bisa memaksimalkannya dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk bisa menerangkan hasil bacaan mereka itu dalam kertas bahkan buku yang sudah disediakan. Bisa juga apa yang mereka baca merupakan materi yang akan guru bawakan pada KBM pertama juga, dengan seperti itu murid akan memiliki gambaran awal KBM akan mengarah ke mana dan anda akan menerangkan materi yang sudah mereka pelajari sebelumnya.

Oleh karena itu, literasi di sekolah sangat perlu motivasi yang tinggi agar guru dan muridnya bisa berkreativitas dalam berliterasi yang dimulai dari membaca hingga menulis. Jangan hanya dijadikan sebagai rutinitas semata, tapi harus terus didorong dan diberi motivasi yang tinggi agar mampu menghasilkan sebuah karya hingga menjadikan literasi sebagai kebutuhan untuk menghasilkan karya-karya berikutnya.

Motivasilah mereka dengan contoh. Ketika mengajarkan puisi, cerpen, dan lainnya kepada mereka selain menunjukan contoh karya penulis ternama kita tunjukan juga contoh hasil karya kita. Mereka langsung mengapresiasi, kemudian dorong mereka untuk berani menulis dan beri mereka kepercayaan yang sangat tinggi. 

Seperti, “apapun yang ingin kamu tulis, tulislah!. Jangan pedulikan oranglain, tulislah! apapun yang kamu pikirkan, dan yakinlah kamu pasti bisa.” mereka akan coba menulis apa pun yang mereka inginkan. Ada yang sedikit, ada yang banyak, ada yang sudah bagus, hampir bagus, bahkan tidak karuan.

Kemudian berikan pujian, jangan sesekali kita menghina, mengucapkan salah, dan kata-kata lain yang membuat semangatnya menurun. Lontarkan pujian untuk mereka. Tapi, agar karya itu terarah kita beri bimbingan khusus. Beri masukan sedikit demi sedikit. Disini kita harus berperan sebagai editor, tapi tidak secara langsung melainkan melalui penjelasan kita mengenai gambaran tentang ide mereka. Kita baca dan evaluasi. Anak akan lebih menyukai karena mereka merasa diperhatikan.

Karyanya tidak hilang begitu saja, tapi ada dan diberi penilaian bahkan masukan untuk menjadi lebih baik, karena mereka menyadari bahwa mereka masih belajar dan perlu bimbingan. Disinilah kita coba terapkan bahwa membaca ternyata benar-benar penting. jika suka menulis puisi maka bacalah puisi-puisi yang lain, apabila suka cerpen bacalah cerpen-cerpen yang lain bahkan novel. Di sini murid dengan sendirinya mencari buku yang mereka minati untuk dibaca.

Namun, ada juga anak yang langsung suka membaca, tahap awal untuk menghasilkan sebuah karya, saya mencoba arahkan pada menulis naskah drama. Biarkan dia mencerikatan hasil bacaannya melalui sebuah naskah, tapi lama-lama tidak hanya naskah drama yang dia tulis bahkan dia akan mencoba membuat cerpen. Jangan bebani mereka, biarkan itu mengalir dengan sendirinya. Karena literasi merupakan suatu proses pembelajaran dari membaca kemudian menulis ataupun sebaliknya dari menulis kemudian membaca.

Ada alasan khusus kenapa guru berperan penting dalam meningkatkan literasi di sekolah. Salah satu alasannya karena guru merupakan pilar utama dalam dunia pendidikan. Peranan seorang guru itu sangat penting dalam mencerdaskan basa dan meningkatkan literasi murid. Karena guru adalah seorang fasilitator, motivator dan juga pembimbing murid. Tanpa peran guru literasi di sekolah tidak akan bisa berjalan dengan baik. 

Dalam pencapaian kemampuan literasi murid yang baik terdapat guru yang berhasil meningkatkannya dengan tepat. Banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk membantu meningkatkan literasi murid, misalnya guru menjadi penggerak literasi, guru menjadi teladan membaca, dan guru menjadi teladan menulis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top