Belajar Vocabulary Susah Tidak Sih? Tidak Dong…

  • Awal

Nama saya Linda Yuniarti. Saya adalah founder sekaligus guru di The Seasons Education, Sidoarjo. Saya biasa mengajar semua mata pelajaran SD dan bahasa Inggris segala jenjang.

Sebagai pengajar, saya bertanggung jawab agar murid-murid dapat memahami, dan mengaplikasikan apa yang menjadi dari suatu pembelajaran. Sebagai contoh, saat saya harus mengajarkan pada murid-murid tentang topik tertentu maka mereka juga harus mengerti kosakata yang berkaitan dengan topik yang dimaksud, termasuk pemakaian kosakata tersebut dalam kalimat.

Kosakata atau perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris mempunyai arti vocabulary. Dalam belajar bahasa Inggris itu tidak lepas dari vocabulary. Maka sebagai pengajar saya bertanggung jawab untuk membuat mereka tertarik dan bisa menghafal vocabulary tentang topik yang dimaksud. Vocabulary itu penting dalam skil-skil  berbahasa, yaitu membaca, berbicara, menulis, serta mendengar.

Menurut Zuhairini dan Gofir (2004: 26), menghafal adalah suatu metode mengingat kembali yang pernah dibaca secara benar seperti apa adanya. Ya, kita perlu lebih memperhatikan kata-kata mengingat kembali. Jadi dalam menghafal vocabulary (tentunya ada juga rumus tenses, dan lain-lain ynag terkait dengan topik bahasan) kita harus mengingat kembali apa yang sudah dibaca atau dipelajari.

  • Tantangan

Cara klasik dalam mempelajari vocabulary yang sulit dihafal adalah menulis suatu kata tertentu yang menjadi kesulitannya sebanyak sekian kali (biasanya sebanyak lima sampai sepuluh kali). Saya pun pernah menerapkan hal tersebut pada beberapa murid saya yang mengalami kesulitan dalam menghafal vocabulary tertentu. Tetapi cara seperti ini sering memnbuat murid merasa bosan.

Tantangan lain yang saya hadapi adalah, jika ada murid yang aktif sekali. Seperti salah satu murid saya, dia adalahh murid yang sangat aktif dan penuh energi (banyak polah dan tidak bisa diam atau banyak bicara) sehingga dia mudah merasa bosan. Setelah saya menyadari bahwa cara klasik tersebut kurang berhasil karena membuat murid saya bosan, maka saya memikirkan cara lain yang lebih kreatif untuk menghafal vocabulary .

  • Aksi

Saat mengajar dan menerangkan topik tertentu pada mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab saya, sebenarnya saya juga harus menghadapi berbagai macam karakter dan pemahaman yang beragam dari murid-murid tersebut. Maka saya merasa tertantang untuK berpikir bagaimana cara menemukan metode belajar yang membuat mereka bisa belajar dengan senang dan tidak cepat merasa bosan. Selain itu, saya ingin mereka bisa menyerap, dan menerapkan kompetensi yang menjadi goal yang berkaitan dengan vocabulary tertentu.

Salah satu cara yang saya temukan dalam belajar vocabulary adalah dengan bermain Kahoot. Kahoot adalah sebuah platform berupa website atau aplikasi yang bisa mendukung pembelajaran dengan game bervariasi. Kahoot ini free tapi jika ingin upgrade maka harus membayar. Dalam Kahoot kita bisa bermain bermacam-macam. Jika ingin bermain yang free, kita bisa menggunakan yang pilihan ganda dan True and False.

Dalam belajar vocabulary , kita bisa menggunakan pilihan ganda. Game ini sangat seru sekali apalagi dimainkan banyak orang karena melatih persaingan yang sehat juga.

Murid-murid saya sangat senang ketika bermain Kahoot ini. Mereka menganggapnya sebagai pembelajaran yang seru dan menantang. Mereka juga bisa belajar vocabulary dengan lebih mudah.

  • Pelajaran

Dari pelaksanaan pengalaman yang telah saya alami dan lakukan, maka saya ingin sharing pengalaman agar bisa menolong dan sekaligus ingin menjadi inspirasi bagi sesama pengajar. Saya pun terus berefleksi terhadap pengalaman saya tersebut. Dan dari situ saya berpikir dan meyakini, bahwa sebagai pengajar kita perlu belajar secara terus menerus, dan harus kreatif. Mencari dan mencari, memikirkan dan memikirkan ide-ide maupun inspirasi dari mana saja. Saya rasa bahan ajar saya harus dikembangkan supaya bisa menjadi semakin menarik. Saya perlu memberi gambar (apalagi jika belajar kata benda), karena jika hanya memakai kata-kata saja itu bisa membuat bosan sebagian anak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top